{"id":1925,"date":"2026-06-27T18:57:47","date_gmt":"2026-06-27T18:57:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/?p=1925"},"modified":"2026-06-27T18:57:47","modified_gmt":"2026-06-27T18:57:47","slug":"kesombongan-yang-menggerogoti-adab-di-dunia-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/?p=1925","title":{"rendered":"Kesombongan yang Menggerogoti Adab di Dunia Kerja"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\ufdfd<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di setiap tempat kerja terdapat struktur organisasi. Ada pimpinan, manajer, supervisor, staf, hingga pekerja lapangan. Semua memiliki tugas yang berbeda, tanggung jawab yang tidak sama, dan tingkat kewenangan yang beragam. Namun, perbedaan itu seharusnya tidak pernah melahirkan perasaan bahwa ada manusia yang lebih mulia daripada manusia lainnya.<\/p>\n<p>Ironisnya, justru di lingkungan kerja sering muncul fenomena yang menggelikan sekaligus memprihatinkan. Ada orang yang berubah sikap hanya karena memperoleh sebuah jabatan. Cara bicaranya menjadi kasar, tutur katanya dipenuhi nada merendahkan, dan ia merasa berhak memperlakukan rekan kerja layaknya bawahan yang tidak memiliki harga diri.<\/p>\n<p>Padahal, ketika jam kerja usai, ia pulang ke rumah yang sama seperti orang lain. Ketika akhir bulan tiba, ia pun menunggu gaji masuk ke rekeningnya sebagaimana rekan-rekannya. Bahkan jika perusahaan mengalami kesulitan, ia pun bisa kehilangan pekerjaannya sebagaimana pegawai lainnya.<\/p>\n<p>Lalu, apa sebenarnya yang membuat seseorang merasa begitu tinggi?<\/p>\n<p>Sering kali yang berubah bukanlah kedudukannya di hadapan Allah \ufdfb, melainkan hanya posisi administratif di dalam sebuah perusahaan. Jabatan yang sesungguhnya hanyalah amanah sementara, justru diperlakukan seolah-olah merupakan kemuliaan yang melekat pada dirinya.<\/p>\n<p>Padahal seluruh pegawai, dari level paling bawah hingga level tertinggi, hanyalah orang-orang yang sedang mencari rezeki di bawah atap yang sama. Tidak ada seorang pun yang menjadi pemilik mutlak kehidupan orang lain. Tidak ada pula yang mampu menjamin bahwa jabatan yang dimilikinya hari ini akan tetap berada di tangannya esok hari.<\/p>\n<p>Takdir Allah \ufdfb mampu membalikkan keadaan hanya dalam sekejap.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Kesombongan Tidak Diukur dari Mahkota, Tetapi dari Cara Memandang Manusia<\/h4>\n<p>Islam tidak mendefinisikan kesombongan sebagai memakai pakaian bagus, kendaraan mewah, atau memiliki jabatan tinggi. Rasulullah \ufdfa justru menjelaskan bahwa inti kesombongan berada di dalam hati.<\/p>\n<p>Beliau bersabda:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">\u00ab\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f \u0630\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0643\u0650\u0628\u0652\u0631\u064d. \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064c: \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062c\u064f\u0644\u064e \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u062b\u064e\u0648\u0652\u0628\u064f\u0647\u064f \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064b. \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e: \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0644\u064c \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u060c \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u0628\u0652\u0631\u064f \u0628\u064e\u0637\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u063a\u064e\u0645\u0652\u0637\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650\u00bb<\/p>\n<p><em>&#8220;Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.&#8221; Seorang laki-laki bertanya, &#8220;Sesungguhnya seseorang senang memakai pakaian yang bagus dan sandal yang bagus.&#8221; Beliau bersabda, &#8220;Sesungguhnya Allah itu Mahindah dan menyukai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.&#8221;<\/em><br \/>\n(HR. Muslim)<\/p>\n<p>Perhatikan bagaimana Rasulullah \ufdfa menjelaskan hakikat kesombongan. Salah satu bentuknya adalah \u063a\u064e\u0645\u0652\u0637\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 (gham\u1e6dun-n\u0101s), yaitu merendahkan, meremehkan, atau memandang rendah manusia lain.<\/p>\n<p>Maka seseorang yang gemar mengintimidasi rekan kerja, mempermalukan bawahannya di depan umum, merasa dirinya lebih penting, atau menganggap orang lain tidak bernilai hanya karena berbeda jabatan, sesungguhnya sedang memupuk penyakit hati yang sangat berbahaya.<\/p>\n<p>Kesombongan tidak selalu berbentuk ucapan, &#8220;Aku lebih hebat darimu.&#8221;<\/p>\n<p>Kadang ia hadir dalam nada bicara yang merendahkan.<\/p>\n<p>Kadang muncul dalam tatapan penuh penghinaan.<\/p>\n<p>Kadang terlihat dari kebiasaan memperlakukan orang lain seolah tidak pantas dihormati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Jabatan Adalah Amanah, Bukan Lisensi untuk Menzalimi<\/h4>\n<p>Sebagian orang lupa bahwa jabatan hanyalah alat untuk menjalankan tanggung jawab, bukan tiket untuk memperbesar ego.<\/p>\n<p>Hari ini seseorang menjadi atasan.<\/p>\n<p>Besok bisa saja ia menjadi bawahan.<\/p>\n<p>Hari ini ia memiliki kuasa menilai kinerja orang lain.<\/p>\n<p>Besok justru dirinya yang dinilai.<\/p>\n<p>Hari ini ia merasa berada di atas.<\/p>\n<p>Besok takdir Allah \ufdfb dapat mengubah seluruh keadaan.<\/p>\n<p>Allah \ufdfb telah mengingatkan:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">\u00ab\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f \u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064f\u0644\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e\u00bb<\/p>\n<p><em>&#8220;Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menghendaki kesombongan (merasa lebih tinggi) di muka bumi dan tidak pula berbuat kerusakan. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.&#8221;<\/em><br \/>\n(QS. Al-Qashash: 83)<\/p>\n<p>Para ulama menjelaskan bahwa kata \u0639\u064f\u0644\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 dalam ayat ini menunjukkan keinginan untuk meninggikan diri, merasa lebih berkuasa, atau haus akan superioritas di atas manusia lainnya.<\/p>\n<p>Inilah penyakit yang sering muncul ketika jabatan lebih dihargai daripada ketakwaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Jangan Pernah Merasa Menjadi Pemberi Rezeki<\/h4>\n<p>Ada sikap lain yang tidak kalah berbahaya, yaitu merasa bahwa penghasilan orang lain bergantung kepada dirinya.<\/p>\n<p>Seolah-olah gaji para pegawai berasal dari kantong pribadinya.<\/p>\n<p>Seolah-olah tanpa dirinya, orang lain tidak akan mampu mencari nafkah.<\/p>\n<p>Padahal semua rezeki berasal dari Allah \ufdfb.<\/p>\n<p>Perusahaan hanyalah sebab.<\/p>\n<p>Pimpinan hanyalah perantara.<\/p>\n<p>Manajer hanyalah pelaksana amanah.<\/p>\n<p>Sedangkan Pemberi Rezeki yang sesungguhnya hanyalah Allah Yang Maha Kaya.<\/p>\n<p>Karena itu, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk bersikap seperti &#8220;majikan kehidupan&#8221; bagi sesama manusia.<\/p>\n<p>Semua hanyalah sekrup kecil di dalam mesin besar yang suatu hari bisa berhenti berputar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Kemuliaan Diukur oleh Ketakwaan<\/h4>\n<p>Islam membongkar seluruh ukuran kemuliaan buatan manusia.<\/p>\n<p>Allah \ufdfb berfirman:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">\u00ab\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064d \u0648\u064e\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0639\u064f\u0648\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062a\u0652\u0642\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652\u00bb<\/p>\n<p><em>&#8220;Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.&#8221;<\/em><br \/>\n(QS. Al-Hujurat: 13)<\/p>\n<p>Ayat ini menghancurkan seluruh standar kemuliaan yang dibangun oleh ego manusia.<\/p>\n<p>Kemuliaan tidak diukur dari jabatan.<\/p>\n<p>Bukan pula dari pangkat.<\/p>\n<p>Bukan pula dari ruang kerja yang lebih luas atau kursi yang lebih empuk.<\/p>\n<p>Yang menentukan nilai seseorang di sisi Allah hanyalah ketakwaannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Penutup<\/h4>\n<p>Tempat kerja seharusnya menjadi ruang untuk berkolaborasi, bukan arena mempertontonkan superioritas. Jabatan memang menciptakan pembagian tugas, tetapi tidak pernah mengubah hakikat bahwa seluruh manusia berasal dari tanah, hidup dengan kebutuhan yang sama, dan suatu hari akan kembali kepada Allah \ufdfb tanpa membawa pangkat maupun kartu identitas perusahaan.<\/p>\n<p>Karena itu, hormatilah setiap rekan kerja. Perlakukan bawahan dengan kasih sayang. Hargai rekan tanpa menjilat. Bangun budaya kerja yang dipenuhi adab, bukan kesombongan.<\/p>\n<p>Sebab pada akhirnya, yang akan dihisab bukanlah seberapa tinggi jabatan kita, melainkan bagaimana kita memperlakukan manusia selama Allah \ufdfb masih memberikan amanah kepada kita.<\/p>\n<p>Semoga Allah \ufdfb membersihkan hati kita dari penyakit sombong, menjauhkan kita dari kebiasaan meremehkan sesama, serta menghiasi diri kita dengan tawadhu&#8217; yang menjadi ciri hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Aamiin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; \ufdfd &nbsp; Di setiap tempat kerja terdapat struktur organisasi. Ada pimpinan, manajer, supervisor, staf,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1926,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"class_list":["post-1925","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1925","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1925"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1925\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1927,"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1925\/revisions\/1927"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1926"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1925"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1925"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1925"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}