{"id":2010,"date":"2026-07-07T03:38:50","date_gmt":"2026-07-07T03:38:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/?p=2010"},"modified":"2026-07-07T03:53:50","modified_gmt":"2026-07-07T03:53:50","slug":"kekuasaan-adalah-amanah-bukan-alat-membungkam-kritik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/?p=2010","title":{"rendered":"Kekuasaan adalah Amanah, Bukan Alat Membungkam Kritik"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\ufdfd<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setiap jabatan dalam Islam adalah amanah. Kekuasaan tidak diberikan untuk memenuhi kepentingan pribadi, melainkan untuk menjaga keadilan, melindungi hak-hak orang lain, dan mewujudkan kemaslahatan bersama. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah \ufdfb.<\/p>\n<p>Dalam kehidupan organisasi, lembaga pendidikan, pesantren, maupun yayasan, kritik merupakan bagian dari proses perbaikan. Tidak semua kritik lahir karena kebencian. Banyak kritik muncul dari kepedulian terhadap nilai, budaya, dan arah sebuah lembaga. Oleh karena itu, kritik yang disampaikan sepatutnya dijadikan bahan introspeksi, bukan langsung dipandang sebagai ancaman terhadap kehormatan pribadi.<\/p>\n<p>Islam mengajarkan agar setiap berita dan informasi disikapi dengan tabayyun serta kebijaksanaan. Allah \ufdfb berfirman:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u064f\u0651\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064c \u0628\u0650\u0646\u064e\u0628\u064e\u0625\u064d \u0641\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u064e\u0651\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0628\u0650\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u062a\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e<\/p>\n<p><em>&#8220;Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu.&#8221;<\/em> (QS. Al-Hujurat: 6)<\/p>\n<p>Ayat ini mengajarkan bahwa setiap persoalan harus diselesaikan dengan klarifikasi dan kehati-hatian, bukan dengan kemarahan yang melahirkan keputusan sepihak.<\/p>\n<p>Penyalahgunaan wewenang terjadi ketika jabatan digunakan untuk memenuhi kepentingan pribadi, melampiaskan emosi, atau membungkam pihak yang dianggap mengganggu kenyamanan penguasa. Tindakan seperti intimidasi, ancaman, maupun pengusiran tanpa dasar aturan yang jelas bertentangan dengan prinsip keadilan yang menjadi ruh kepemimpinan dalam Islam.<\/p>\n<p>Rasulullah \ufdfa bersabda:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">\u0643\u064f\u0644\u064f\u0651\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0627\u0639\u064d \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0651\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u064e\u0633\u0652\u0626\u064f\u0648\u0644\u064c \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0631\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e\u0651\u062a\u0650\u0647\u0650<\/p>\n<p><em>&#8220;Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas orang-orang yang dipimpinnya.&#8221;<\/em> (HR. Al-Bukhari dan Muslim)<\/p>\n<p>Hadis ini menegaskan bahwa kepemimpinan bukanlah hak untuk bertindak sewenang-wenang, melainkan amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah \ufdfb.<\/p>\n<p>Dalam tata kelola lembaga yang sehat, keputusan yang menyangkut hak seseorang, termasuk pemberhentian atau pengakhiran masa tinggal di lingkungan lembaga, seharusnya didasarkan pada aturan tertulis, mekanisme yang transparan, dan proses yang adil. Keputusan tersebut tidak boleh semata-mata lahir dari rasa tersinggung, prasangka, atau konflik personal. Keadilan menuntut adanya bukti, musyawarah, dan penghormatan terhadap prosedur yang berlaku.<\/p>\n<p>Allah \ufdfb berfirman:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">\u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650<\/p>\n<p><em>&#8220;Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan.&#8221;<\/em> (QS. An-Nahl: 90)<\/p>\n<p>Sikap seorang pemimpin juga tercermin ketika menghadapi kritik. Apabila sebuah kritik memang tidak sesuai dengan kenyataan, maka tidak ada alasan untuk bereaksi secara berlebihan. Sebaliknya, apabila kritik itu mengandung kebenaran, walaupun disampaikan dengan cara yang kurang sempurna, maka ia dapat menjadi cermin untuk memperbaiki diri.<\/p>\n<p>Umar bin Al-Khattab \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647 pernah berdoa:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">\u0631\u064e\u062d\u0650\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064b \u0623\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e\u0649 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u064e\u0651 \u0639\u064f\u064a\u064f\u0648\u0628\u0650\u064a<\/p>\n<p><em>&#8220;Semoga Allah merahmati seseorang yang menunjukkan kepadaku kekurangan-kekuranganku.&#8221;<\/em><\/p>\n<p>Ungkapan ini menunjukkan bahwa para pemimpin terbaik justru membuka ruang bagi nasihat dan kritik, bukan menutupnya dengan ancaman.<\/p>\n<p>Lembaga Islam akan tumbuh kuat apabila dibangun di atas kejujuran, musyawarah, keadilan, dan akhlak yang mulia. Sebaliknya, ketika jabatan berubah menjadi alat untuk membungkam suara yang berbeda, rasa takut akan menggantikan kepercayaan, dan budaya saling menasihati akan memudar. Padahal, tujuan utama kepemimpinan dalam Islam adalah menghadirkan ketenangan, menjaga amanah, serta menciptakan lingkungan yang memungkinkan kebenaran disampaikan dengan hikmah dan diterima dengan lapang dada.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, jabatan hanyalah titipan. Kekuasaan akan berakhir, tetapi setiap keputusan akan tetap tercatat di sisi Allah \ufdfb. Karena itu, setiap pemimpin hendaknya menjadikan wewenang sebagai sarana menegakkan keadilan, bukan sebagai alat mempertahankan ego atau membalas ketersinggungan pribadi. Itulah akhlak kepemimpinan yang diajarkan Islam dan menjadi fondasi bagi lahirnya lembaga yang kokoh, terpercaya, dan diridhai Allah \ufdfb.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; \ufdfd &nbsp; Setiap jabatan dalam Islam adalah amanah. Kekuasaan tidak diberikan untuk memenuhi kepentingan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"class_list":["post-2010","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2010","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2010"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2010\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2014,"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2010\/revisions\/2014"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.muallafmentawai.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}