Ikhtiar Pendidikan Qur’ani bagi Masyarakat Silabok Abak Mentawai
﷽
Komitmen untuk memperkuat dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) terus digalakkan secara berkesinambungan. Melalui Program Kemitraan Khusus BAZNAS bersama Yayasan Sosial, Dakwah, dan Pendidikan Mentawai, sinergi mulia ini diwujudkan secara nyata oleh para dai yang mendedikasikan diri untuk membimbing masyarakat pedalaman. Salah satu pejuang di garda terdepan ini adalah Ustadz Rudhi Hartono حفظ الله, yang menjalankan amanah pembinaan umat di wilayah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Langkah pengabdian Ustadz Rudhi Hartono حفظ الله terfokus di Masjid Nurul Hidayah, yang terletak di Dusun Silabok Abak, Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah. Di masjid yang menjadi pusat kegiatan keagamaan dusun tersebut, beliau secara konsisten menyelenggarakan berbagai program pembinaan spiritual dan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an. Kehadiran program kemitraan ini menjadi tumpuan penting bagi pemenuhan kebutuhan pendidikan agama yang inklusif dan berkelanjutan bagi warga setempat.
Salah satu agenda rutin yang berjalan dengan penuh khidmat adalah kegiatan ngaji bareng bersama ibu-ibu jemaah Masjid Nurul Hidayah. Pertemuan tatap muka yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut menjadi ruang belajar yang sangat produktif. Para jemaah perempuan di Desa Saliguma menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an serta memperdalam pemahaman fiqih dasar demi menyempurnakan ibadah sehari-hari.
Aktivitas menuntut ilmu yang digerakkan oleh BAZNAS ini sejalan dengan tuntunan Rasulullah ﷺ mengenai kewajiban belajar bagi setiap muslim, yang ditegaskan dalam hadits berikut:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah).
Melalui konsistensi kegiatan mengaji seperti ini, BAZNAS bersama Yayasan Kemitraan berharap kualitas pemahaman keagamaan masyarakat Dusun Silabok Abak dapat terus meningkat. Pembinaan mualaf dan jemaah di wilayah Siberut Tengah ini bukan hanya berorientasi pada transfer ilmu, melainkan juga pada penguatan tatanan sosial keagamaan yang mandiri dan berakhlak mulia di masa depan.





