Oktober 27, 2026
IMG-20260622-WA0005

 

﷽

 

Lantai yang bersahaja, dinding kayu yang berdiri apa adanya, serta wajah-wajah yang menaruh perhatian penuh pada setiap arahan menjadi saksi bahwa pendidikan Islam tumbuh melalui kesungguhan, bukan kemewahan. Pada kegiatan praktik shalat di Mushalla Jihad Makoromimit, Dusun Kinikdog, Desa Matotonan, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Ustadz Muhammad Adam (Katciu Kerei) حفظه الله membimbing para muslimah mempelajari gerakan dan tata cara ibadah yang benar. Setiap takbir, rukuk, sujud, dan tasyahud dipraktikkan dengan penuh ketelitian agar shalat tidak hanya menjadi rutinitas yang dilakukan berulang-ulang, melainkan ibadah yang dipahami maknanya serta dilaksanakan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

 

 

Kesungguhan dalam mempelajari shalat merupakan tanda kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya. Shalat adalah perjumpaan ruhani yang menghadirkan ketundukan, pengharapan, dan penghambaan secara utuh. Karena itulah, gerakan-gerakannya perlu dipelajari dengan benar, bacaan-bacaannya perlu dihafalkan dengan baik, dan adab-adabnya perlu dijaga dengan penuh kesadaran. Pada ruang sederhana itu, tampak ikhtiar yang begitu berharga; menghadirkan generasi muslimah yang memahami ibadahnya dengan ilmu, sehingga setiap rakaat yang ditegakkan bernilai di sisi Allah Ta’ala.

 

 

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.”
(QS. Al-Baqarah: 43)

Ayat ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan shalat dalam kehidupan seorang muslim. Shalat bukan hanya kewajiban yang ditunaikan, melainkan sarana pembinaan jiwa yang membentuk kedisiplinan, keikhlasan, dan kedekatan dengan Allah. Setiap upaya mengajarkan tata cara shalat yang benar merupakan bagian dari menjaga kemurnian ibadah agar tetap berjalan di atas petunjuk syariat.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

 صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَ

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.”
(HR. Al-Bukhari)

Hadits yang agung ini menjadi landasan penting mengapa praktik langsung dalam pembelajaran shalat memiliki nilai yang sangat besar. Melalui contoh, arahan, dan koreksi yang dilakukan secara bertahap, setiap peserta dapat memahami tata cara ibadah yang sesuai dengan sunnah Nabi ﷺ. Proses belajar semacam ini tidak hanya memperbaiki gerakan lahiriah, tetapi juga menumbuhkan keyakinan bahwa ibadah yang dilakukan telah berada pada jalan yang benar.

Program Kemitraan Khusus BAZNAS bersama Yayasan Sosial, Dakwah dan Pendidikan Mentawai terus menghadirkan pembinaan keislaman bagi masyarakat di wilayah 3T. Penugasan Ustadz Muhammad Adam (Katciu Kerei) حفظه الله di Mushalla Jihad Makoromimit menjadi bagian dari ikhtiar panjang membangun pemahaman agama yang kokoh di tengah masyarakat. Setiap majelis ilmu, setiap praktik ibadah, dan setiap nasihat yang disampaikan merupakan investasi kebaikan yang nilainya terus mengalir. Harapan besar terpatri agar lahir pribadi-pribadi yang mencintai shalat, menjaga shalat, serta menjadikan shalat sebagai penuntun langkah menuju keridaan Allah سبحانه وتعالى.

Tinggalkan Balasan