Menanam Benih Kebajikan di Tanah Siberut
﷽
Langkah kaki Ustadz Yanuarlis حفظه الله menyusuri rimbunnya hutan Mentawai bukan tanpa tujuan yang luhur. Sebagai Da’i 3T dari Program Kemitraan Khusus BAZNAS bersama Yayasan Sosial, Dakwah, dan Pendidikan Mentawai, beliau memikul amanah untuk menyemai kedamaian hingga ke relung terdalam Nusantara. Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq di Dusun Gulu-guluk menjadi saksi bisu bagaimana pengabdian tulus mampu menembus batas-batas geografis yang sulit dijangkau, mengubah setiap peluh menjadi amal jariyah yang terus mengalir deras bagi masyarakat Desa Saliguma.
Suara khutbah Jumat pada tanggal 3 April 2026 itu merambat perlahan melalui dinding-dinding kayu, menyentuh hati para jemaah yang hadir dengan penuh khidmat. Beliau berdiri tegak di atas mimbar sederhana, menyampaikan pesan-pesan persaudaraan dan ketaatan yang menyejukkan jiwa. Kehadiran beliau di Siberut Tengah bukan hanya untuk mengisi kekosongan spiritual, melainkan juga menjadi penopang bagi tegaknya pilar-pilar peradaban yang berlandaskan kasih sayang dan gotong royong antar sesama hamba Tuhan.
Anak-anak kecil duduk bersila dengan mata berbinar, menyerap setiap untaian kalimat yang meluncur dari lisan sang guru. Bagi mereka, Ustadz Yanuarlis حفظه الله adalah jembatan menuju pemahaman yang lebih luas tentang hakikat hidup dan cara bersyukur di tengah keterbatasan fasilitas. Perjuangan ini adalah bukti nyata bahwa semangat berbagi tidak akan pernah luruh oleh jarak, karena keikhlasan memiliki bahasanya sendiri yang mampu dimengerti oleh setiap insan yang mendamba kebenaran.
Allah ﷻ berfirman mengenai kemuliaan orang-orang yang mengajak kepada kebaikan:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?'”
(QS. Fussilat: 33)
Rasulullah ﷺ juga bersabda tentang pahala bagi mereka yang menunjukkan jalan kebenaran:
فَوَاللَّهِ لأَنْ يُهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ
“Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk oleh Allah melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik bagimu daripada unta merah (harta yang paling berharga).”
(HR. Bukhari dan Muslim)





