Samudra Pengabdian di Bumi Sikerei
﷽
Langkah kaki Ustadz Yanuarlis حفظه الله bukan sekadar perpindahan raga, melainkan sebentuk penyerahan jiwa yang dilarung ke tengah deburan ombak Kepulauan Mentawai. Di Dusun Gulu-guluk, Desa Saliguma, beliau berdiri kokoh layaknya mercusuar yang tidak silau oleh sepi, merawat keyakinan di antara rimbunnya hutan Siberut Tengah. Menjadi Da’i di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) melalui Program Kemitraan Khusus BAZNAS bersama Yayasan Sosial, Dakwah, dan Pendidikan Mentawai bukanlah tugas yang ringan. Ini adalah tentang bagaimana menghidupkan napas spiritual di dalam Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, memastikan bahwa setiap sujud yang dilakukan oleh masyarakat setempat adalah sujud yang dipenuhi pemahaman mendalam akan kasih sayang Sang Pencipta.
Setiap hari adalah tantangan untuk menaklukkan keterbatasan akses dan sunyinya komunikasi, namun semangat beliau tidak pernah luruh. Beliau memeluk masyarakat Saliguma dengan kehangatan budi, mengajar alif-ba-ta kepada anak-anak yang matanya berbinar penuh harap, serta membimbing para orang tua dalam memahami hakikat keberagaman. Di tanah Sumatera Barat yang kaya akan adat, Ustadz Yanuarlis حفظه الله hadir menyelaraskan nilai-nilai luhur agama dengan kearifan lokal, membuktikan bahwa ketulusan adalah bahasa universal yang mampu menembus sekat-sekat geografis maupun sosial yang paling sulit sekalipun.
Kehadiran beliau di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi bukti nyata bahwa kepedulian tidak mengenal batas peta. Melalui sinergi antara BAZNAS dan yayasan terkait, pembinaan yang dilakukan bukan hanya soal ibadah ritual, melainkan juga pembangunan karakter dan penguatan sosial ekonomi umat. Ustadz Yanuarlis حفظه الله adalah wujud nyata dari pengabdian tanpa pamrih; beliau menanam benih-benih kebaikan di tanah yang basah oleh hujan dan keringat, yakin bahwa kelak akan tumbuh generasi yang kuat, yang tidak hanya mencintai tanah kelahirannya, tetapi juga mencintai Tuhannya dengan sepenuh hati.
Tugas mulia para pengajak kebaikan di daerah terpencil ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, di mana Allah ﷻ memberikan pujian tertinggi bagi mereka yang menyeru kepada jalan-Nya:
QS. Fussilat: 33
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?'”
Serta hadits Rasulullah ﷺ mengenai besarnya pahala bagi mereka yang menunjukkan jalan kebenaran:
HR. Muslim
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala pelakunya.”
DKSM.





