Maret 20, 2026
IMG-20260223-WA0041

 

 

Menelusuri rimbunnya belantara Siberut Tengah, sosok pejuang iman ini berdiri tegak melampaui letih yang mendera raga. Ustadz Bilal Mustofa حفظه الله, seorang utusan dari Program Kemitraan Khusus BAZNAS bersama Yayasan Sosial, Dakwah dan Pendidikan Mentawai, membawa amanah besar menuju Dusun Simoilaklak. Di Desa Saibi Samukop, pengabdian tersebut menemukan muaranya, tepatnya pada bangunan bersahaja yang menyandang nama agung, Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq. Beliau bukan sekadar tamu yang singgah sebentar, melainkan ruh yang menghidupkan semangat peradaban di wilayah yang sering kali terlupakan oleh bisingnya kemajuan kota.

 

​Langkah kaki beliau menembus batas-batas geografis yang sulit demi memastikan bahwa nilai-nilai ketuhanan tetap menyala dalam sanubari warga setempat. Setiap interaksi yang terjalin adalah rajutan kasih sayang yang mempererat ukhuwah antara sang pembawa pesan dengan masyarakat pedalaman Sumatera Barat. Melalui ketulusan yang terpancar dari senyumnya, Ustadz Bilal حفظه الله membuktikan bahwa jarak ribuan mil bukanlah penghalang bagi hati yang telah terpaut pada rida Illahi. Kesunyian hutan Mentawai pun menjadi saksi bisu atas keteguhan tekad seorang abdi dalam menyebarkan kebajikan tanpa pamrih.

 

​Kehadiran beliau di tengah-tengah jamaah mencerminkan kemuliaan tugas bagi mereka yang rela mewakafkan waktu dan tenaganya demi tegaknya kalimat Allah. Sebagaimana firman Allah ﷻ dalam Al-Qur’an:
​وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?'”
(QS. Fussilat: 33)

 

Melalui kegiatan yang terekam, terlihat jelas betapa hangatnya kebersamaan yang tercipta. Ustadz Bilal merangkul setiap jiwa dengan kelembutan, memberikan pelajaran bukan hanya melalui lisan, melainkan lewat keteladanan sikap. Program BAZNAS ini menjadi jembatan kebaikan yang mengalirkan kepedulian dari mereka yang berkecukupan kepada saudara-saudara di wilayah terpencil. Sebuah pengabdian yang melampaui batas ruang, menyentuh relung hati terdalam, dan menanamkan benih iman yang akan terus bertumbuh kuat di bumi Simoilaklak.

Tinggalkan Balasan