Maret 20, 2026
IMG-20260226-WA0011

 

 

Malam di Dusun Silabok Abak tidaklah pekat, sebab ia dihangatkan oleh deru napas anak-anak yang berkumpul melingkar, menanti saat-saat berbuka dengan rona bahagia yang tulus. Ruang sederhana itu menjadi saksi bisu bagaimana rasa lapar berganti dengan syukur yang meluap, menyatukan hati dalam suapan-suapan sederhana yang penuh berkah. Ustadz Rudhi Hartono حفظه الله membimbing mereka dengan telaten, menanamkan benih-benih kearifan melalui bait-bait kultum yang meresap ke dalam sanubari, seolah menyirami dahaga spiritual di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.

 

 

Lantai masjid yang dingin seketika terasa hangat saat saf demi saf mulai rapat, menciptakan barisan kokoh yang membentang dari dinding ke dinding. Gerakan ruku’ dan sujud yang seirama mencerminkan ketaatan yang tak tergoyahkan, sebuah harmoni pengabdian yang dipanjatkan langsung ke langit Siberut Tengah. Tak ada kemegahan arsitektur yang menonjol, namun khusyuknya doa yang membubung dari Desa Saliguma ini sanggup menggetarkan arsy, membuktikan bahwa jarak dan pelosok bukanlah penghalang bagi hamba untuk mendekat kepada Sang Pencipta.

 

 

Setiap rakaat Tarawih yang ditunaikan adalah bentuk perlawanan terhadap sepi, sebuah pernyataan bahwa di pedalaman Kepulauan Mentawai, denyut nadi keberagaman tetap berdetak kencang. Kebersamaan ini merupakan wujud nyata dari kasih sayang yang saling bertaut, di mana yang dewasa membimbing dan yang kecil meneladani. Perjalanan dakwah ini bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi tentang menghadirkan ketenangan dan persaudaraan yang abadi di tengah masyarakat yang rindu akan tuntunan langit.

 

 

Kegiatan mulia dalam membimbing umat dan memakmurkan rumah Allah ini sejalan dengan firman Allah ﷻ:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan serta berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’?”
(QS. Fussilat: 33)

 

Serta hadits Rasulullah ﷺ mengenai keutamaan memberi makan orang yang berpuasa:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.”
(HR. Tirmidzi)

Tinggalkan Balasan