Maret 20, 2026
IMG-20260222-WA0009

 

 

​Lantai porselen yang dingin di Masjid Al-Munawwarah menjadi saksi bisu betapa hangatnya tekad yang berkobar dalam dada segelintir hamba di Dusun Gotab dan Batlappak. Di tengah kesederhanaan dinding kayu dan sepinya malam di pelosok Siberut Tengah, ruku’ dan sujud tetap tegak berdiri sebagai bentuk ketaatan yang paling murni. Tak ada kemewahan arsitektur yang megah, namun setiap helai napas yang melantunkan dzikir di ruangan ini terasa lebih berharga daripada gemerlap dunia, membuktikan bahwa jarak geografis yang terjal bukanlah penghalang bagi jiwa untuk merapat kepada Sang Pencipta.

 

​Langkah kaki Ustadz Baysam Sulaiman حفظه الله merajut kebersamaan dalam saf-saf yang renggang namun kokoh secara spiritual, membimbing masyarakat mualaf dan muslim setempat untuk menyelami manisnya ibadah malam. Setiap gerakan shalat yang dilakukan secara berjamaah menjadi pengikat persaudaraan yang tak kasat mata, mengubah keterbatasan fasilitas menjadi kekuatan mental yang luar biasa. Malam itu, Saliguma tidak lagi terasa sunyi dalam arti hampa, melainkan penuh dengan kehidupan batiniah yang merambat pelan melalui doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harap di atas hamparan karpet hijau yang sederhana.

 

​Keutamaan shalat berjamaah dan keteguhan dalam beribadah di tengah keterbatasan sejalan dengan sabda Rasulullah ﷺ:
​عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat’.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

 

​Allah ﷻ juga berfirman mengenai mereka yang memakmurkan masjid-Nya:
​إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. At-Taubah: 18)
DKSM.

Tinggalkan Balasan