Meniti Persiapan Menuju Bulan Suci
﷽
Lantai masjid yang dingin di Dusun Gulu-guluk menjadi saksi bisu atas ketulusan yang membuncah dari balik dada Ustadz Yanuarlis حفظه الله. Di ruangan yang bersahaja ini, dinding-dinding kusam bukan penghalang bagi pancaran ilmu yang mengalir deras, menyirami jiwa anak-anak Desa Saliguma yang haus akan tuntunan Ilahi. Sebelas pasang mata kecil menatap penuh harap, duduk bersimpuh di atas hamparan permadani merah yang tertata rapi, mencoba meresapi setiap butir kata yang disampaikan sang Da’i 3T. Di sini, di tengah keterbatasan geografis Siberut Tengah, semangat untuk menyambut bulan Ramadhan tidak pernah luntur, justru semakin mengental dalam setiap sujud dan doa yang dipanjatkan.
Tangan-tangan mungil yang saling bertautan dan barisan yang tertib mencerminkan sebuah harmoni indah dalam ukhuwah Islamiyah. Ustadz Yanuarlis حفظه الله, sebagai kepanjangan tangan dari program kemitraan BAZNAS dan Yayasan Sosial, Dakwah, dan Pendidikan Mentawai, bukan sekadar guru, melainkan sosok penyemai rindu akan indahnya ibadah di bulan penuh ampunan. Meski berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal, getaran semangat mereka untuk memahami makna puasa dan kemuliaan Ramadhan melampaui batas-batas fisik bangunan masjid. Setiap penjelasan yang diberikan laksana air jernih yang membasuh dahaga ruhani, mempersiapkan mental dan fisik mereka agar mampu menjalani madrasah Ramadhan dengan penuh ketaatan dan keikhlasan yang murni.
Kebersamaan ini adalah bukti nyata bahwa pengabdian tidak mengenal jarak dan rintangan. Di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, nilai-nilai luhur agama ditanamkan sebagai fondasi masa depan, agar kelak anak-anak ini berdiri tegak menjadi pribadi yang kokoh pendiriannya. Suasana tenang yang menyelimuti pertemuan mingguan itu membawa pesan kuat bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kesiapan hati dalam mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Menyongsong Ramadhan 2026 di bumi Sumatera Barat ini bukan sekadar rutinitas kalender, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk kembali fitrah, dimulai dari langkah-langkah kecil namun pasti di atas ubin masjid yang sederhana ini.
Semangat dalam menuntut ilmu dan mempersiapkan diri beribadah selaras dengan firman Allah ﷻ:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)
Serta sebuah hadits yang memotivasi kita dalam mencari ilmu:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)
DKSM.





