Embun Iman di Pelataran Siberut Barat Daya
﷽
Di ufuk Barat Daya Kepulauan Mentawai, tepatnya di Masjid Baitul Ummi Malasan, Dusun Toloulaggo, sebuah pengabdian tulus sedang diukir oleh Ustadz Mardian Saputra, S.Pd. حفظه الله. Sebagai Da’i 3T dari program kemitraan BAZNAS dan Yayasan Sosial, Dakwah dan Pendidikan Mentawai, beliau tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga membawa kesejukan bagi jiwa-jiwa yang haus akan bimbingan. Suasana di dalam masjid yang tenang menjadi saksi bisu betapa indahnya ukhuwah yang terjalin saat ibu-ibu mualaf dari Dusun Magilik dan Toloulaggo berkumpul untuk lebih mengenal Rabb mereka. Setiap untaian kalimat yang disampaikan Ustadz Mardian حفظه الله menjadi benih-benih hidayah yang mulai bersemi, menanamkan pemahaman tentang syariat dan cinta kepada Baginda Nabi ﷺ di hati para mualaf yang penuh semangat.

Tak jauh dari barisan ibu-ibu, tampak pula tunas-tunas kecil—anak-anak mualaf Toloulaggo—yang duduk bersimpuh mempelajari dasar-dasar Islam dengan penuh kepolosan. Ada harapan besar yang tersampir di pundak-pundak mungil itu; harapan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kokoh imannya dan teguh dalam ketaatan kepada Allah ﷻ. Pertemuan ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan sebuah ikatan kekeluargaan yang dipermanis dengan hidangan minuman dan kudapan bagi para jamaah, sebuah bentuk kepedulian dari program Forum Dakwah Sibaday dan kemitraan BAZNAS yang menyentuh sisi kemanusiaan. Kesederhanaan dalam kebersamaan ini menjadi bukti bahwa di pelosok terjauh sekalipun, kasih sayang Allah ﷻ tetap mengalir melalui tangan-tangan yang ikhlas membantu sesama.
Perjuangan dakwah di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) ini adalah perjalanan panjang yang melelahkan namun penuh keberkahan. Melalui tangan dingin Ustadz Mardian حفظه الله yang membawahi tiga masjid sekaligus—Masjid As-Sa’adah, Masjid Maznah Al-Muthairi, dan Masjid Baitul Ummi—syiar Islam terus diperjuangkan agar tidak padam ditelan zaman. Semoga setiap langkah kaki yang diayunkan menuju majelis ilmu ini, serta setiap tetes minuman yang membasahi tenggorokan para jamaah, menjadi saksi di hadapan Allah ﷻ kelak. Kita berdoa agar Allah ﷻ senantiasa melimpahkan taufik-Nya, menjaga keistiqomahan sang Da’i, dan memberkahi setiap jengkal tanah Mentawai dengan keteduhan iman yang hakiki.
Upaya membina mualaf dan anak-anak dalam mengenal Islam merupakan bentuk dakwah yang sangat mulia, sebagaimana firman Allah ﷻ:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?'”
(QS. Fussilat: 33)
Serta pentingnya menjaga keberlanjutan iman bagi mereka yang baru memeluk Islam:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.'”
(QS. Fussilat: 30)
DKSM.





