Hikmah Ramadhan dari Pelosok Mentawai
﷽
Langkah pengabdian Ustadz Mardian Saputra S.Pd. حفظ الله terajut indah melalui Program Kemitraan Khusus BAZNAS bersama Yayasan Sosial, Dakwah, dan Pendidikan Mentawai. Sosok ini memikul amanah besar bagi penduduk di Kecamatan Siberut Barat Daya, melintasi batas geografis demi menyapa batin umat. Kehadiran beliau menjadi penyejuk bagi jamaah Masjid As-Sa’adah Peipei di Dusun Makoddiai, Masjid Maznah Al-Muthairi di Dusun Taileleu, hingga Masjid Baitul Ummi Malasan di Dusun Toloulaggo. Malam-malam Ramadhan terasa begitu bermakna saat beliau menyampaikan untaian nasihat selepas shalat Tarawih, mengubah suasana masjid menjadi ruang penuh ilmu.
Wajah-wajah penuh ketulusan tampak menyimak dengan khidmat setiap tutur kata yang mengalir dari sang guru. Para ibu dengan mukena warna-warni dan bapak-bapak yang duduk bersimpuh menciptakan harmoni spiritual yang sangat kental. Kebersamaan ini membuktikan bahwa semangat untuk memperbaiki diri tidak pernah padam walau berada di wilayah terluar sekalipun. Desa Pasakiat Taileuleu hingga Katurai menjadi saksi bagaimana nilai-nilai luhur agama disemaikan dengan penuh kesabaran. Perjumpaan hati dalam majelis ilmu ini merupakan sebuah ikhtiar nyata untuk menjaga kokohnya tauhid dalam sanubari masyarakat Kepulauan Mentawai.
Semangat untuk menyampaikan kebaikan di jalan Allah ﷻ ini tertuang dalam firman-Nya:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, ‘Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim yang berserah diri.'”
(QS. Fussilat: 33)
Rasulullah ﷺ juga memberikan kabar gembira bagi siapa saja yang mengajarkan ilmu kebaikan kepada sesama:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ
“Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, penduduk langit dan bumi, sampai semut di lubangnya, dan bahkan ikan di laut, benar-benar bershalawat (mendoakan kebaikan) bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”
(HR. Tirmidzi)
DKSM.





