Ketulusan Hamba di Tanah Siberut
﷽
Ayun sapu dan langkah kaki yang berderap di atas ubin sederhana ini bukanlah sekadar gerak raga menyapu debu yang hinggap. Ia adalah manifestasi cinta yang paling murni terhadap rumah Allah ﷻ, sebuah pengabdian tanpa pamrih yang lahir dari kedalaman sanubari. Bersama bimbingan Ustadz Baysam Sulaiman حفظه الله, warga Dusun Gotab dan Batlappak menyatukan tekad, menyingsingkan lengan baju untuk memastikan Masjid Al-Munawwarah tetap menjadi tempat yang suci dan teduh bagi sujud-sujud panjang para hamba. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan geografis di wilayah 3T bukanlah penghalang bagi mekarnya semangat gotong royong demi menjaga kemuliaan syiar Islam di bumi Mentawai.

Setiap tetes keringat yang jatuh dan setiap sudut ruangan yang dibersihkan adalah doa yang tak terucap namun menembus hingga ke langit. Upaya menjaga kebersihan secara kolektif ini mencerminkan kejernihan hati para pelakunya, menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya melalui lisan, melainkan juga melalui tindakan nyata menjaga rumah ibadah. Kehadiran sembilan jiwa yang bahu-membahu hari ini adalah simpul persaudaraan yang menguatkan, seolah menegaskan bahwa masjid adalah titik temu segala rindu akan kedamaian dan keridhaan-Nya yang Maha Rahman.

Rasulullah ﷺ yang sangat menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian tempat ibadah:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبِنَاءِ الْمَسَاجِدِ فِي الدُّورِ وَأَنْ تُنَظَّفَ وَتُطَيَّبَ
“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membangun masjid-masjid di perkampungan, serta memerintahkan agar masjid-masjid tersebut senantiasa dibersihkan dan diberi wewangian.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
DKSM.





