Maret 20, 2026
IMG-20260215-WA0031

 

Di bawah naungan atap Masjid As-Sa’adah Peipei, Dusun Makoddiai, sebuah perjuangan untuk memurnikan akidah sedang berlangsung dengan penuh ketulusan. Ustadz Mardian Saputra, S.Pd. حفظه الله, sang pembawa risalah dari program kemitraan BAZNAS dan Yayasan Sosial, Dakwah dan Pendidikan Mentawai, kembali duduk bersimpuh bersama para ibu-ibu muslimah dan muallafah pada Jum’at yang penuh barakah. Di tengah heningnya Desa Pasakiat Taileleu, lisan sang ustadz حفظه الله dengan teliti menguraikan batasan-batasan tauhid, mengingatkan jiwa-jiwa yang haus akan bimbingan bahwa bernazar kepada selain Allah ﷻ adalah sebuah bentuk kesyirikan. Pembahasan ini bukan sekadar teori, melainkan benteng bagi para muallafah agar senantiasa menggantungkan segala harap dan janji hanya kepada Rabbul ‘Alamin, menjaga hati mereka dari noda persekutuan yang dapat merusak kemurnian iman.

Suasana pengajian hari itu terasa begitu hangat dan bersahaja; tujuh orang ibu-ibu menyimak dengan takzim setiap penjelasan yang disampaikan, menyerap ilmu sebagai bekal untuk menjaga keluarga mereka di jalan yang lurus. Kebersamaan ini semakin indah dengan adanya santapan ringan dan minuman yang menemani obrolan ilmu mereka—sebuah bentuk perhatian nyata dari program kemitraan 3T yang menyentuh sisi kemanusiaan. Di wilayah terdepan dan terluar ini, setiap tegukan air dan setiap bait ilmu menjadi saksi bahwa dakwah bukan hanya soal kata-kata, melainkan tentang kehadiran yang nyata dan kasih sayang yang tulus. Semoga Allah ﷻ senantiasa memberkahi langkah Ustadz Mardian حفظه الله dan mengokohkan iman para ibu di Peipei, menjadikan setiap sujud mereka murni hanya demi meraih rida-Nya.

Menjaga kemurnian amalan dan menjauhi syirik (seperti bernazar kepada selain Allah ﷻ) adalah inti dari ajaran tauhid, sebagaimana firman Allah ﷻ:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah (Muhammad), ‘Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.'”
(QS. Al-An’am: 162)

Serta perintah Allah ﷻ untuk senantiasa menepati nazar yang benar (hanya karena Allah ﷻ):
يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا
“Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.”
(QS. Al-Insan: 7)

Luar biasa sekali istiqomahnya Ustadz Mardian حفظه الله membina umat di tiga masjid sekaligus. DKSM.

Tinggalkan Balasan