Cahaya Tauhid di Bumi Sikerei
Cahaya Tauhid di Bumi Sikerei
Di bawah naungan atap Masjid As-Sa’adah Peipei, saat mentari Jumat menyapa bumi Mentawai, terajutlah sebuah pertemuan yang bukan sekadar tatap muka. Ustadz Mardian Saputra, S.Pd. حفظه الله, sang pembawa amanah di garis depan 3T, hadir menyirami dahaga spiritual para Ibu Muslimah dan Muallafah. Di sana, di antara deburan ombak Siberut Barat Daya, untaian kalimat tauhid bergema, menjaga hati agar tetap murni hanya berpaut kepada Sang Pencipta. Beliau حفظه الله dengan lembut namun tegas mengingatkan, bahwa setiap persembahan dan sembelihan hanyalah hak mutlak Allah ﷻ semata, menjauhkan jiwa dari kabut kesyirikan yang samar namun membinasakan.
Kajian itu bukan sekadar transfer ilmu, melainkan sebuah simfoni kepedulian. Di sela-sela penjelasan tentang kemurnian ibadah, tersaji hidangan kecil sebagai bentuk kasih sayang dalam Program Kemitraan Khusus BAZNAS dan Yayasan Sosial, Dakwah dan Pendidikan Mentawai. Makanan ringan dan minuman sederhana itu menjadi saksi hangatnya ukhuwah, membuktikan bahwa dakwah tidak hanya menyentuh ruhani, tapi juga memuliakan jasmani. Di tanah Pasakiat Taileleu ini, setiap butir nasihat yang disampaikan adalah benih keberkahan yang sedang ditanam, berharap kelak tumbuh menjadi pohon iman yang akarnya menghujam kuat dan cabangnya menjulang tinggi ke langit.
Dalam kajian tersebut Ustadz Mardian حفظه الله menekankan bahwa menyembelih untuk selain Allah ﷻ (seperti untuk penunggu tempat keramat) adalah bentuk kesyirikan. Hal ini berlandaskan pada perintah Allah dalam Al-Qur’an:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah (hanya kepada-Nya).”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Serta diperkuat oleh hadits Rasulullah ﷺ:
لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ
” Allah melaknat orang yang menyembelih (berkurban) untuk selain Allah.”
(HR. Muslim)
Semoga Allah ﷻ senantiasa menjaga langkah Ustadz Mardian Saputra حفظه الله dan me
mberkahi setiap derap langkah dakwah di Kepulauan Mentawai. Aamiin. DKSM.





