Maret 20, 2026

Jejak Cahaya di Pesisir Siberut

Di bawah naungan langit Siberut yang membentang, Ustadz Baysam Sulaiman حفظه الله melangkah dengan keteguhan hati, merajut ukhuwah di antara deburan ombak dan rimbunnya hutan Mentawai. Beliau bukan sekadar pembawa risalah, melainkan jembatan kasih yang menghubungkan hati di Dusun Gotab dan Batlappak. Seusai sujud panjang di hari Jumat yang penuh berkah di Masjid Al-Munawwarah, langkah kaki ringan itu tidak segera beristirahat; ia bergerak menuju pintu-pintu kayu, menyapa saudara yang sedang didera lara. Di sana, di balik dinding-dinding sederhana Desa Saliguma, doa-doa dilangitkan, tangan-tangan saling menguatkan, dan senyum tulus menjadi penawar bagi raga yang sedang rapuh.

Perjalanan ini adalah bukti nyata bahwa dakwah tak selamanya tentang mimbar yang tinggi, melainkan tentang kehadiran yang membumi. Bersama para pengurus masjid dan ibu-ibu Majelis Ta’lim, kolaborasi kebaikan ini menjadi cahaya kecil yang menerangi sudut-sudut wilayah 3T. Setiap kunjungan kepada jamaah yang sakit adalah titian kasih yang mempererat simpul persaudaraan, memastikan bahwa tak ada satu pun jiwa yang merasa sendiri dalam kesunyiannya. Di tanah Mentawai, melalui program BAZNAS dan Yayasan Sosial Dakwah Pendidikan Mentawai, kehangatan Islam hadir dalam bentuk kepedulian yang nyata, menyentuh luka, dan membasuh duka.

Kegiatan mulia menjenguk saudara seagama yang sedang sakit memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam.

> عَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ.
(رواه الترمذي)

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim lainnya di pagi hari melainkan tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat (mendoakan ampunan) baginya hingga sore hari. Dan jika ia menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat baginya hingga pagi hari, serta ia akan mendapatkan buah-buahan yang dipetik di surga.”(HR. Tirmidzi) DKSM