Pilar Iman dari Balik Rimba Siberut
﷽
Di jantung Kepulauan Mentawai, di mana pepohonan rimbun memeluk langit dan sunyi menjadi kawan sehari-hari, berdirilah sebuah mercusuar ilmu bernama SD Islam Al-Kuttab 1 Mangorut. Dusun Mangorut bukan sekadar koordinat geografi di Desa Madobag, melainkan saksi bisu perjuangan iman di tengah tantangan alam yang megah. Di sinilah, anak-anak mualaf dan warga lokal Siberut menenun mimpi, mengubah peluh perjalanan yang menantang menjadi langkah-langkah menuju rida Ilahi. Pendidikan di sini bukan sekadar mengejar angka, melainkan memahat adab dan menghidupkan tauhid di dalam dada sebelum dunia mengenalkan hiruk-pikuknya.

Ketika waktu Zuhur tiba, keheningan rimba pecah oleh kumandang azan yang syahdu dari ananda Abdullah Bin Umar Saibokklo. Suaranya yang polos namun mantap memanggil jiwa-jiwa untuk bersimpuh. Di dalam bangunan sederhana yang fungsional, beralaskan sajadah yang berderet rapi, tampak kemuliaan terpancar. Ustadz Anwar Chaniago حفظه الله berdiri tegak di depan, memimpin barisan kecil namun kokoh itu dalam ruku’ dan sujud yang khusyuk. Shalat berjamaah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pilar iman yang ditanamkan sejak dini—sebuah pemandangan indah di mana kurikulum langit dan bumi bertemu dalam harmoni yang sempurna.

Setiap ayat Al-Qur’an yang dilantunkan para santri di pagi hari menjadi penawar bagi jauhnya akses dan terbatasnya fasilitas. Di bawah naungan Yayasan Masa Depan Kita, Al-Kuttab ini menjadi tempat di mana Al-Qur’an dihafal dan akhlak dijaga dengan ketat. Meski akses menuju ke sana menuntut kesabaran ekstra melintasi jalur tradisional Mentawai, semangat para guru dan santri tak pernah luntur. Mereka adalah bukti hidup bahwa cahaya hidayah akan selalu menemukan jalannya, menembus kerapatan hutan, menyapa hati yang haus akan kebenaran, dan mencetak generasi yang tak hanya cerdas secara akal, namun juga kokoh secara spiritual.
Keutamaan menuntut ilmu dan mendirikan shalat di tempat yang penuh tantangan digambarkan dalam Al-Qur’an dan Hadits.
Allah ﷻ berfirman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
Rasulullah ﷺ bersabda mengenai pahala bagi mereka yang melangkah menuju masjid (tempat shalat) meski dalam kesulitan:
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Sebagaimana pesan Rasulullah ﷺ kepada Mu’adz bin Jabal saat diutus ke Yaman (daerah yang jauh dari pusat Islam saat itu):
فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
“Maka hendaklah yang pertama kali kamu serukan kepada mereka adalah kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah…”
(HR. Bukhari).
DKSM.





