Maret 20, 2026
IMG-20260215-WA0055

 

 

Atap Masjid Nurul Hidayah, Dusun Silabok Abak, menjadi saksi bisu betapa gema dakwah bukan sekadar untaian kata, melainkan laku nyata dalam membangun peradaban. Ustadz Rudhi Hartono حفظه الله, sang pembawa pelita dalam Program Kemitraan Khusus BAZNAS dan Yayasan Sosial, Dakwah dan Pendidikan Mentawai, tengah menguatkan harapan di garis depan wilayah 3T Siberut Tengah. Suasana masjid pada hari Ahad yang khidmat ini terasa berbeda; tiga puluh jiwa yang hadir tidak hanya duduk bersimpuh mendengar, tetapi sedang ditempa untuk menjadi penyambung lidah risalah yang tangguh.

 

 

Tema “Belajar Kultum” menjadi jembatan bagi mereka untuk meruntuhkan dinding kecemasan dan membiasakan diri berbicara di hadapan sesama. Di tanah Sumatera Barat yang kaya akan adat, Ustadz Rudhi حفظه الله sedang mempersiapkan generasi yang tidak hanya memahami agama dalam sunyi, tetapi juga berani menyuarakannya dengan lantang namun santun. Setiap kata yang terucap dari bibir para peserta adalah langkah awal menuju kemandirian dakwah, memastikan bahwa cahaya Islam akan terus berpendar di Desa Saliguma melalui lisan-lisan yang terampil dan hati yang teguh dalam keimanan.

 

 

Kemampuan menyampaikan kebenaran dengan lisan yang baik adalah anugerah yang diperintahkan oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ.
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik…
(QS. An-Nahl: 125)

 

Selain itu, Rasulullah ﷺ memberikan motivasi bahwa menyampaikan satu ayat pun memiliki nilai yang sangat besar:
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.
(HR. Bukhari)
DKSM.

Tinggalkan Balasan