Maret 20, 2026
IMG-20260216-WA0013_edit_104944662936068

Di balik rimbunnya belantara Siberut, tepat saat matahari mulai condong ke ufuk barat pasca-Jumat, Masjid Al-Munawwarah di Desa Saliguma menjadi saksi bisu sebuah perjuangan iman. Di antara Dusun Gotab dan Batlappak, suasana tidak lantas sunyi setelah jemaah bubar. Di sana, empat sosok ibu dengan raut wajah penuh ketulusan duduk bersimpuh, bukan untuk membicarakan dunia, melainkan untuk menundukkan hati mengeja huruf demi huruf menuju rida Sang Pencipta.

Ustadz Baysam Sulaiman حفظه الله, sang pembawa pelita dakwah, dengan sabar menuntun jemari yang mungkin sudah lelah oleh kerja, namun kembali bertenaga demi mengenal Alif, Ba, dan Ta. Di sinilah, di garis terdepan nusantara, Iqra bukan sekadar buku pelajaran, melainkan jembatan bagi mereka yang ingin membebaskan diri dari buta aksara menuju terangnya iman. Meski hanya berempat, malaikat-malaikat Allah ﷻ niscaya mengepakkan sayap menaungi majelis ilmu yang sunyi dari hiruk-pikuk namun bising dengan lantunan zikir. Semangat ini adalah bukti bahwa hidayah tidak mengenal jarak, dan ilmu adalah warisan abadi yang diperjuangkan dengan penuh kasih oleh sang Da’i di tengah rimbunnya bumi Mentawai.

Semangat para ibu untuk belajar dan dedikasi Ustadz Baysam حفظه الله sejalan dengan sabda Rasulullah ﷺ:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)

Serta janji Allah ﷻ bagi mereka yang melangkahkan kaki untuk menuntut ilmu:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)

Semoga Allah ﷻ senantiasa menjaga Ustadz Baysam حفظه الله dalam tugas mulianya dan memberikan keistiqamahan bagi para ibu di Desa Saliguma. DKSM

Tinggalkan Balasan