Maret 20, 2026

Cahaya Qur’an di Bumi Simoilaklak

 

 

  Adalah Ustadz Bilal Mustofa حفظه الله, sang pembawa pelita,
Da’i 3T dari Program Kemitraan Khusus BAZNAS dan Yayasan Sosial Pendidikan Mentawai.
Dengan sabar ia menanam benih tauhid di dada anak-anak mualaf,
Agar kelak mereka tumbuh menjadi benteng iman yang kokoh,
Menjadi generasi yang memeluk erat Al-Qur’an dan Hadits,
Pemimpin masa depan yang berdiri tegak di atas ketauhidan,
Tak goyah oleh badai fitnah dunia, tak luntur oleh godaan fana.

Di bawah naungan Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq,
Kala lembayung Maghrib mulai memudar dan sunyi menyapa,
Suara-suara kecil mulai mengeja, membelah hening Simoilaklak.
Tangan-tangan mungil di atas meja kayu,
Menelusuri tiap huruf Iqra’ dan ayat suci Al-Qur’an dengan penuh rindu.

Tiga kali dalam sepekan, cahaya ini dinyalakan,
Bukan sekadar mengeja huruf, tapi membangun peradaban.
Semoga Allah ﷻ menguatkan langkah mereka dalam taufik-Nya,
Menjadikan iman dan takwa sebagai sebaik-baiknya bekal perjalanan.

Kegiatan mulia mengajarkan Al-Qur’an ini didasari oleh sabda Nabi Muhammad ﷺ yang menegaskan kemuliaan para pembelajar dan pengajar Al-Qur’an:
Hadis Riwayat Bukhari
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Mengenai harapan agar mereka menjadi pemimpin yang bertauhid dan terhindar dari kesyirikan, Allah ﷻ berfirman mengenai wasiat Luqman kepada anaknya:
QS. Luqman: 13
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar’.”

Catatan Kegiatan
1. Waktu: Rabu, 14 Januari 2026 (Ba’da Maghrib).
2. Peserta: 19 Anak Mualaf Mentawai. DKSM