Maret 20, 2026
WhatsApp Image 2026-02-07 at 13.14.28

 

Di balik rimbunnya belantara Siberut, di mana mentari harus berjuang menembus celah pepohonan, Ustadz Baysam Sulaiman حفظه الله berdiri sebagai mercusuar yang tak kenal lelah. Di dalam Masjid Al-Munawwarah yang bersahaja, beliau merajut asa dakwah bukan dengan kemegahan mimbar, melainkan melalui ketulusan yang murni. Meski hanya tiga pasang jiwa yang hadir bersimpuh, ruang itu terasa sesak oleh keberkahan. Di atas hamparan karpet merah yang membujur, setiap gerakan sujud diajarkan dengan ketelitian kasih sayang; sebuah pelajaran tentang kepasrahan mutlak kepada Sang Pencipta di tengah keterasingan duniawi.

Tiada yang sia-sia dari sebuah kesabaran. Di Dusun Gotab dan Batlappak ini, angka bukanlah ukuran kejayaan, melainkan keteguhan hati sang Da’i dalam menuntun dahi-dahi hamba menyentuh bumi. Setiap instruksi yang keluar dari lisan Ustadz Baysam حفظه الله adalah benih iman yang sedang ditanam dalam sanubari mualaf Mentawai. Di bawah atap kayu dan ubin yang dingin, mereka belajar bahwa dalam sujud yang paling rendah, seorang hamba justru berada pada titik yang paling dekat dengan Arsy-Nya. Program kemitraan BAZNAS dan Yayasan Sosial, Dakwah dan Pendidikan Mentawai ini bukan sekadar tugas dinas, melainkan sebuah ikatan cinta yang menghubungkan nurani manusia melampaui batas geografis.

Kesungguhan dalam mengajarkan kebaikan, meskipun kepada kelompok yang kecil, memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah ﷻ. Hal ini selaras dengan sabda Rasulullah ﷺ mengenai kedekatan seorang hamba saat bersujud:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
“Paling dekatnya seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah doa (di dalamnya).”
(HR. Muslim)

Serta sebuah penguatan bagi pengemban dakwah seperti Ustadz Baysam حفظه الله:
فَوَاللَّهِ لأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ
“Demi Allah, sungguh jika Allah memberikan petunjuk kepada satu orang saja melalui perantaraanmu, itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah (harta yang paling berharga).”
(HR. Bukhari & Muslim)

DKSM.

Tinggalkan Balasan