Jembatan Rahmat di Bumi Mentawai
﷽
Suasana Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq di Dusun Simoilaklak sore itu terasa begitu tenang. Angin dari pesisir Siberut Tengah berhembus pelan, seolah ingin ikut menyimak untaian kalimat penuh hikmat yang disampaikan oleh Ustadz Bilal Mustofa حفظه الله. Sebagai Da’i 3T dari Program Kemitraan Khusus BAZNAS bersama Yayasan Sosial, Dakwah, dan Pendidikan Mentawai, kehadiran beliau membawa kehangatan ilmu bagi masyarakat setempat. Sebanyak 20 jamaah duduk dengan penuh takzim, menyatukan hati dalam lingkaran kebaikan guna mendalami makna rasa syukur yang seringkali terlupa di tengah hiruk-pikuk duniawi.
Lantai masjid yang bersih menjadi saksi bisu betapa semangat menuntut ilmu tidak pernah luntur meski berada di wilayah terpencil. Dalam kajian umum mingguan pada Jumat, 13 Februari 2026 ini, materi yang dibahas menyentuh relung sanubari terdalam: merenungi limpahan anugerah Allah ﷻ yang tidak terbatas. Ustadz Bilal حفظه الله menekankan bahwa setiap tarikan napas dan detak jantung adalah bukti nyata kasih sayang Sang Pencipta yang menuntut kita untuk selalu berterima kasih. Rasa syukur bukan sekadar ucapan di bibir, melainkan sebuah pengakuan tulus dari jiwa yang menyadari bahwa segala yang dimiliki adalah titipan yang harus dijaga dengan ketaatan.
Melalui pertemuan ini, masyarakat Desa Saibi Samukop diingatkan kembali bahwa kebahagiaan sejati muncul ketika seseorang mampu menghargai sekecil apa pun pemberian-Nya. Fokus kajian mengarah pada transformasi diri agar setiap pribadi menjadi hamba yang lebih bersahaja dan pandai melihat hikmah. Ketulusan para jamaah dalam menyerap setiap nasihat menciptakan ikatan persaudaraan yang semakin kuat, menjadikan masjid ini pusat peradaban moral yang kokoh di tanah Sumatera Barat.
Sebagaimana firman Allah ﷻ dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 7:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
Agar kita senantiasa diberikan kekuatan untuk terus bersyukur, berikut adalah untaian doa yang dapat diamalkan:
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
“Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.”
DKSM.





