Risalah Ramadhan dari Silabok Abak
﷽
Angin dari pesisir Siberut Tengah membawa kabar tentang ketaatan yang tumbuh subur di dalam Masjid Nurul Hidayah. Sore itu, Minggu 15 Februari 2026, suasana Dusun Silabok Abak terasa lebih khidmat saat belasan pasang mata tertuju pada barisan aksara yang tertulis di papan tulis putih. Ustadz Rudhi Hartono حفظه الله, dengan penuh kesabaran, membimbing langkah-langkah spiritual jamaah dalam sebuah pertemuan bulanan yang penuh makna. Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah ikhtiar batin untuk memantaskan diri menyambut bulan suci yang kian mendekat.

Ilmu merasuk ke dalam dada melalui penjelasan mendalam mengenai rukun, sunnah, hingga hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Para peserta yang hadir menyimak dengan ketulusan, menyadari bahwa ibadah yang sempurna bermula dari pemahaman yang lurus. Di tengah keterbatasan geografis sebagai wilayah 3T, semangat belajar mereka membuktikan bahwa jarak bukanlah penghalang bagi hidayah untuk bersemi. Program kemitraan BAZNAS bersama Yayasan Sosial, Dakwah, dan Pendidikan Mentawai ini menjadi jembatan ilmu yang mengokohkan fondasi iman masyarakat di Desa Saliguma.

Persiapan ilmu sebelum beramal adalah kewajiban bagi setiap muslim agar ibadah yang dijalankan sah dan diterima oleh Allah ﷻ. Hal ini selaras dengan firman Allah ﷻ dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 mengenai kewajiban puasa:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Selain itu, pentingnya membekali diri dengan ilmu sebelum memasuki Ramadhan tercermin dalam hadits berikut:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan faqihkan (pahamkan) ia dalam urusan agama.”
(HR. Bukhari & Muslim)
DKSM.





