Maret 20, 2026

Cahaya di Ujung Siberut: Menyemai Rukun dalam Kalbu

Cahaya di Ujung Siberut: Menyemai Rukun dalam Kalbu

 

 Di bawah naungan atap kayu yang sederhana, di mana hembusan angin Dusun Kinikdog berbisik lirih membawa aroma tanah Matotonan, sebuah pelita sedang dinyalakan. Ustadz Muhammad Adam حفظه الله, sang pengemban amanah di garis depan daerah 3T, berdiri bukan sekadar sebagai pengajar, melainkan sebagai jembatan nurani. Di Mushalla Jihad Makoromimit, dinding-dinding kayu saksi bisu bagaimana jemari kecil menengadah dan punggung-punggung kokoh bersimpuh, mengeja kembali makna ketaatan dalam bingkai Rukun Islam.

Malam itu, Senin yang syahdu menjadi saksi saat keikhlasan bertemu dengan dahaga akan ilmu. Meski jauh dari gemerlap kota, binar mata para jamaah mencerminkan kekayaan iman yang tak terbeli. Sang Da’i, melalui kemitraan luhur BAZNAS dan Yayasan Sosial Dakwah dan Pendidikan Mentawai, sedang menanam benih-benih tauhid di ladang jiwa yang tulus. Setiap kata yang terucap adalah doa, dan setiap ajaran rukun adalah fondasi bagi peradaban yang sedang dibangun di atas fondasi takwa, memastikan bahwa di pelosok Sumatera Barat ini, syiar Islam akan terus berkumandang merdu seiring detak jantung umatnya.

Keutamaan bagi mereka yang mengajak kepada kebaikan dan menegakkan fondasi agama (Rukun Islam) dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadits:

1. QS. Fussilat: 33
Allah ﷻ berfirman tentang kemuliaan seorang penyeru di jalan-Nya:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?'”

2. Hadits Riwayat Bukhari & Muslim
Mengen

ai urgensi mengajarkan Rukun Islam sebagai fondasi bangunan iman:
بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ
“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah, dan berpuasa di bulan Ramadhan.”

Doa untuk Sang Da’i

Sebagai bentuk apresiasi dan doa bagi perjuangan Ustadz Muhammad Adam di daerah 3T:
اللَّهُمَّ انْصُرْ دُعَاتَنَا فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ فِي طَرِيْقِ الدَّعْوَةِ، وَاجْعَلْ جُهُوْدَهُمْ خَالِصَةً لِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ، وَبَارِكْ فِي أَهْلِ مَنْتَاوَايْ وَاجْعَلْهُمْ هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ.
Ya Allah, tolonglah para da’i kami di mana pun berada, teguhkanlah langkah kaki mereka di jalan dakwah, jadikanlah upaya mereka ikhlas karena wajah-Mu yang mulia, serta berkahilah penduduk Mentawai dan jadikanlah mereka pemberi petunjuk yang mendapat petunjuk. DKSM.