Maret 20, 2026

Cahaya dari Saliguma: Jejak Dakwah di Ujung Negeri

 

Cahaya dari Saliguma:

Jejak Dakwah di Ujung Negeri

 

Di bawah atap Masjid Nurul Hidayah Saliguma, ketika rona merah Maghrib perlahan memudar, sebuah pengabdian baru saja dimulai. Ustadz Budi Hartono حفظه الله, sang pengemban amanah Da’i 3T BAZNAS-YSDP, duduk melingkar bersama tunas-tunas bangsa yang haus akan ilmu.

Suara riuh kecil itu kini berganti dengan lantunan ayat suci. Di sela jemari kecil yang menunjuk huruf demi huruf hijaiyah, ada harapan yang sedang dirajut. Meski raga jauh di pelosok Mentawai, cahaya iman yang ia nyalakan melampaui batas-batas geografi. Setiap penggalan kata adalah benih, dan setiap nasihat adalah air yang menyuburkan jiwa-jiwa suci di tanah 3T. Inilah wajah dakwah yang sejati: menebar kasih, merawat iman, dan membangun peradaban dari garis terdepan.

Pendidikan kepada anak-anak adalah investasi akhirat yang tak terputus. Hal ini sejalan dengan firman Allah ﷻ dalam Surah An-Nisa ayat 9:
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Pendidikan agama di usia dini bagi anak-anak di daerah terpencil adalah fondasi keselamatan sosial dan intelektual. Akal anak-anak ibarat kertas putih yang bersih. Jika tidak diisi dengan nilai-nilai ketuhanan dan akhlak mulia sejak dini, maka ruang kosong tersebut akan diisi oleh pengaruh lingkungan yang belum tentu baik.

Sebuah komunitas di daerah 3T hanya akan maju jika generasi penerusnya memiliki ketahanan mental dan spiritual. Tanpa dakwah, sebuah generasi akan kehilangan identitasnya.

Dan setiap anak bangsa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pengetahuan. Kehadiran Da’i seperti Ustadz Budi حفظه الله adalah bentuk distribusi keadilan intelektual dan spiritual agar kesenjangan antara kota dan pelosok dapat diperkecil. DKSM.