Barisan Penjaga Sunnah di Saliguma
﷽
Sejuk ubin Masjid Al-Munawwarah menjadi saksi bisu atas sebuah pengabdian yang melampaui batas geografis. Dusun Gotab dan Batlappak mungkin terasa jauh dari hiruk-pikuk kota, namun gairah sujud para jamaah di sana mendekatkan mereka pada singgasana Ar-Rahman. Dalam kesederhanaan dinding kayu dan lambaian mukena yang berbaris rapi, terpancar kesungguhan hati untuk tetap tegak menjalankan perintah-Nya. Ustadz Baysam Sulaiman حفظه الله berdiri bukan hanya sebagai pemandu gerakan salat, melainkan sebagai penyambung sanad ilmu di sela-sela rimbunnya hutan Siberut, memastikan bahwa risalah kebenaran tetap bersemi meski di wilayah yang sulit dijangkau.
Malam itu, Isya berjamaah menjadi gerbang pembuka menuju rangkaian ibadah Tarawih yang panjang. Setiap rakaat yang ditunaikan adalah bukti nyata bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang bagi jiwa yang rindu akan rida Ilahi. Anak-anak yang terkadang ikut merebah di samping barisan menjadi simbol masa depan Islam di pedalaman Mentawai yang harus terus dijaga nyalanya. Perjuangan melalui program kemitraan BAZNAS ini adalah bentuk nyata dari kasih sayang Allah ﷻ yang dikirimkan melalui tangan-tangan tulus para pendakwah 3T, menyatukan kepingan-kepingan hidayah di tengah keberagaman tradisi lokal yang kental.
Keutamaan bagi mereka yang menempuh jalan dakwah dan mengajarkan kebaikan di tempat-tempat yang jauh adalah mendapatkan doa dari seluruh makhluk, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ
“Sesungguhnya Allah, malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, hingga semut di dalam lubangnya dan ikan-ikan di lautan, benar-benar bershalawat (memohonkan ampunan) bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”
(HR. Tirmidzi no. 2685)
Selain itu, kesungguhan jamaah dalam mendirikan salat berjamaah meski dalam keterbatasan merupakan amal yang sangat dicintai Allah ﷻ:
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Salat berjamaah itu lebih utama daripada salat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat.”
(HR. Bukhari & Muslim)





