Maret 20, 2026
IMG-20260225-WA0011

 

 

Langit Dusun Gotab dan Batlappak perlahan meredup, menyisakan sunyi yang hanya mampu dipecahkan oleh suara alam Siberut Tengah. Di tengah kesahajaan bangunan Masjid Al-Munawwarah, Ustadz Baysam Sulaiman حفظه الله membimbing hati para mualaf dan penduduk desa untuk merapatkan bahu. Dalam setiap rukuk dan sujud yang dilakukan bersama, ada kekuatan yang mengalir melampaui sekat-sekat geografis Kepulauan Mentawai. Ibadah Maghrib dan Isya di bulan Ramadhan ini bukan hanya rutinitas fisik, melainkan sebuah ikatan batin yang menghubungkan hamba dengan Penciptanya dalam harmoni jamaah yang tulus.

 

 

Kesungguhan para jamaah yang hadir menunjukkan bahwa jarak dan keterbatasan wilayah 3T bukanlah penghalang bagi tegaknya pengabdian. Setiap langkah kaki yang menuju masjid adalah saksi atas kerinduan jiwa akan kedamaian yang dijanjikan. Melalui program kemitraan BAZNAS dan Yayasan Sosial, Dakwah dan Pendidikan Mentawai ini, syiar Islam hadir dengan wajah yang lembut, merangkul setiap perbedaan, dan memperkokoh persaudaraan di atas tanah Saliguma. Kebersamaan dalam barisan shalat ini menjadi bukti nyata bahwa kesatuan hati adalah fondasi utama bagi kemuliaan umat.

 

Keutamaan shalat berjamaah ditegaskan oleh Rasulullah ﷺ dalam hadits berikut:
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat dibandingkan shalat sendirian.”
(HR. Bukhari dan Muslim).

 

Kesabaran para pendakwah dan jamaah di daerah terpencil juga merupakan bentuk perjuangan yang mulia, sebagaimana firman Allah ﷻ:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ
“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan serta berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang muslim (berserah diri)’?”
(QS. Fussilat: 33).

Tinggalkan Balasan