Tekad dalam Sunyi Desa Saliguma
﷽
Malam merayap perlahan di Dusun Gotab, namun Masjid Al-Munawwarah tetap terjaga oleh lantunan huruf-huruf langit. Meski hanya tiga pasang mata yang hadir, gairah menimba ilmu tidak luntur oleh sepinya ruangan. Ustadz Baysam Sulaiman حفظه الله dengan sabar menuntun jari-jari kecil di atas lembaran Iqro, menyadari bahwa setiap makhraj yang terucap adalah investasi abadi bagi masa depan Batlappak. Di tempat yang jauh dari keriuhan kota ini, ketulusan menjadi satu-satunya bahan bakar yang menjaga semangat tetap menyala, membuktikan bahwa angka sedikit bukanlah penghalang bagi tegaknya sebuah peradaban.
Perjuangan sang Da’i di wilayah 3T Sumatera Barat ini merupakan wujud nyata dari pengabdian tanpa batas. Setiap detik yang dihabiskan untuk mengajar adalah upaya memahat akhlak pada jiwa-jiwa yang haus akan bimbingan. Pengabdian ini bukan tentang mencari keramaian, melainkan tentang menghidupkan nurani di tengah keterbatasan fasilitas. Langkah kaki yang menapaki bumi Siberut Tengah menjadi saksi betapa berharganya satu jiwa yang berhasil mengenal Rabb-nya, melebihi segala kemewahan dunia yang fana.
Semangat mengajar ini selaras dengan sabda Rasulullah ﷺ mengenai keutamaan orang yang menunjukkan jalan kebaikan:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”
(HR. Muslim)
Kehadiran murid yang sedikit pun tetap bernilai besar di sisi Allah ﷻ, sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya mengenai orang-orang yang tetap teguh dalam ketaatan:
قُلْ لَا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ ۚ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Katakanlah (Muhammad), ‘Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu. Maka bertakwalah kepada Allah, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung.'”
(QS. Al-Ma’idah: 100)





